Showing posts with label Herpes. Show all posts
Showing posts with label Herpes. Show all posts

Friday, October 01, 2010

Cold Sore

Sumber: "http://health.kompas.com/direktori/yourbody/7/Cold.Sore#detail"

DEFINISI
Cold sore adalah luka yang berisi cairan diakibatkan oleh infeksi virus herpes simplex tipe 1. Cold sore berbeda dengan kanker. Kondisi tubuh seseorang terkadang berhubungan dengan penyakit cold sores ini. Saat anda mengira penyakit ini tidak dapat disembuhkan, anda dapat mengambil langkah untuk mengurangi frekuensi munculnya dan untuk membatasi lamanya hal ini terjadi.

GEJALA
Gejala-gejala cold sore antara lain :
  • Munculnya tonjolan kecil, perih, dan berisi cairan, membuat merah kulit, khususnya di sekitar mulut.
  • Sakit atau geli yang disebut prodome, sering didahului dengan melepuhnya kulit antara satu sampai dua hari.
  • Biasanya terjadi antara 10-14 hari.

Cold sore kebanyakan terjadi pada daerah sekitar bibir. Kadang-kadang cold sore terjadi pada lubang hidung, dagu atau tangan – sering juga tumbuh pada gusi dan dinding mulut. Sore muncul pada jaringan lunak di dalam mulut, seperti di mulut atau dibawah permukaan lidah, mungkin saja itu kanker tapi biasanya hal itu adalah cold sore. Tanda atau gejala dapat tidak muncul selama 20 hari setelah terkena virus herpes simplex. Ini adalah ciri khas dari sore.

Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab

Virus herpes simplex tertentu yang menyebabkan cold sore. Virus herpes simplex tipe 1 inilah yang menyebabkan cold sore. Virus herpes simplex tipe 2 biasanya menyebabkan penyakit herpes pada alat kelamin.

Tahap pertama yang terjadi adalah anda terkena infeksi herpes dari orang yang memiliki luka yang belum sembuh. Berbagi alat makan, alat cukur atau handuk, berciuman dan semacamnya dapat menyebarkan virus herpes simplex tipe 1. Lalu kontak mulut – alat kelamin dapat menyebabkan infeksi virus herpes simplex tipe 1 pada alat kelamin.

Sekali anda terkena tahap pertama infeksi herpes tadi, virus akan tertidur untuk sementara di sel saraf kulit anda dan dapat muncul kembali sebagai infeksi pada atau dekat dengan bagian tubuh yang terkena infeksi pada tahap pertama. Anda akan merasa gatal atau sensitivitas yang tinggi di bagian yang terkena infeksi terdahulu. Demam, mentruasi, stres, lelah dan terkena sinar matahari secara langsung dapat memicu kambuhnya penyakit ini.

Cold sore dan canker sores
Cold sore cukup berbeda dengan canker sore, kondisi di mana beberapa orang menghubungkannya dengan penyakit cold sore. Cold sore disebabkan oleh aktifnya kembali virus herpes simplex, dan berjangkit. Canker sore tidak berjangkit, canker sore adalah bisul yang terjadi pada jaringan lunak di dalam mulut, tempat dimana cold sore secara tipikal tidak akan terjadi.

Pencegahan

Anda dapat mengambil langkah untuk membentengi diri dari cold sore. Untuk mencegah penyakit ini menyebar pada bagian tubuh lain atau untuk menghindarinya menular pada orang lain, antara lain:

  • Hindari berciuman dan kontak kulit dengan orang lain ketika terlihat adanya kulit yang melepuh. Virus dapat menyebar dengan mudah sepanjang ada pengeluaran cairan dari kulit yang melepuh.
  • Hindari pinjam meminjam peralatan. Perlengkapan, handuk, lipbalm dan peralatan lain dapat menyebarkan virus saat kulit yang melepuh terbentuk.
  • Jaga tangan agar tetap bersih. Cuci tangan anda secara benar sebelum menyentuh orang lain jika anda terkena cold sore.
  • Hati-hati saat menyentuh bagian lain tubuh anda. Mata dan daerah sekitar alat kelamin dapat menjadi daerah khusus yang rentan bagi penyebaran virus.
  • Gunakan sunblock. Gunakan sunblock pada bibir dan wajah sebelum terkena matahari untuk waktu yang lama untuk membantu mencegah cold sore.

Tuesday, July 07, 2009

Herpes

Klik untuk perbesar



Wednesday, May 13, 2009

Infeksi Torch Pada Kehamilan (Berbahaya bagi janin)

Sumber: http://www.infeksi.com/articles.php?lng=in&pg=1263

TORCH adalah istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yaitu TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Keempat jenis penyakti infeksi ini, sama-sama berbahaya bagi janin bila infeksi diderita oleh ibu hamil.

Kini, diagnosis untuk penyakit infeksi telah berkembang antar lain ke arah pemeriksaan secara imunologis.

Prinsip dari pemeriksaan ini adalah deteksi adanya zat anti (antibodi) yang spesifik taerhadap kuman penyebab infeksi tersebut sebagai respon tubuh terhadap adanya benda asing (kuman. Antibodi yang terburuk dapat berupa Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG)

TOXOPLASMA

Infeksi Toxoplasma disebabkan oleh parasit yang disebut Toxoplasma gondi. Pada umumnya, infeksi Toxoplasma terjadi tanpa disertai gejala yang spesipik. Kira-kira hanya 10-20% kasus infeksi Toxoplasma yang disertai gejala ringan, mirip gejala influenza, bisa timbul rasa lelah, malaise, demam, dan umumnya tidak menimbulkan masalah.

Infeksi Toxoplasma berbahaya bila terjadi saat ibu sedang hamil atau pada orang dengan sistem kekebalan tubuh terganggu (misalnya penderita AIDS, pasien transpalasi organ yang mendapatkan obat penekan respon imun).

Jika wanita hamil terinfeksi Toxoplasma maka akibat yang dapat terjadi adalah abortus spontan atau keguguran (4%), lahir mati (3%) atau bayi menderita Toxoplasmosis bawaan. pada Toxoplasmosis bawaan, gejala dapat muncul setelah dewasa, misalnya kelinan mata dan telinga, retardasi mental, kejang-kejang dn ensefalitis.

Diagnosis Toxoplasmosis secara klinis sukar ditentukan karena gejala-gejalanya tidak spesifik atau bahkan tidak menunjukkan gejala (sub klinik). Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium mutlak diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Pemeriksaan yang lazim dilakukan adalah Anti-Toxoplasma IgG, IgM dan IgA, serta Aviditas Anti-Toxoplasma IgG.

Pemeriksaan tersebut perlu dilakukan pada orang yang diduga terinfeksi Toxoplasma, ibu-ibu sebelum atau selama masa hamil (bila hasilnya negatif pelu diulang sebulan sekali khususnya pada trimester pertma, selanjutnya tiap trimeter), serta bayi baru lahir dari ibu yang terinfeksi Toxoplasma.

RUBELLA

Infeksi Rubella ditandai dengan demam akut, ruam pada kulit dan pembesaran kelenjar getah bening. Infeksi ini disebabkan oleh virus Rubella, dapat menyerang anak-anak dan dewasa muda.

Infeksi Rubella berbahaya bila tejadi pada wanita hamil muda, karena dapat menyebabkan kelainan pada bayinya. Jika infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan maka risiko terjadinya kelainan adalah 50%, sedangkan jika infeksi tejadi trimester pertama maka risikonya menjadi 25% (menurut America College of Obstatrician and Gynecologists, 1981).

Tanda tanda dan gejala infeksi Rubella sangat bervariasi untuk tiap individu, bahkan pada beberapa pasien tidak dikenali, terutama apabila ruam merah tidak tampak. Oleh Karena itu, diagnosis infeksi Rubella yang tepat perlu ditegakkan dengan bantuan pemeriksaan laboratorium.

Pemeriksaan Laboratorium yang dilakukan meliputi pemeriksaan Anti-Rubella IgG dana IgM.

Pemeriksaan Anti-rubella IgG dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kekebalan pada saat sebelum hamil. Jika ternyata belum memiliki kekebalan, dianjurkan untuk divaksinasi.

Pemeriksaan Anti-rubella IgG dan IgM terutama sangat berguna untuk diagnosis infeksi akut pada kehamilan 18 minggu dan risiko infeksi rubella bawaan.

CYTOMEGALOVIRUS (CMV)

Infeksi CMV disebabkan oleh virus Cytomegalo, dan virus ini temasuk golongan virus keluarga Herpes. Seperti halnya keluarga herpes lainnya, virus CMV dapat tinggal secara laten dalam tubuh dan CMV merupakan salah satu penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi terjadi saat ibu sedang hamil.

Jika ibu hamil terinfeksi. maka janin yang dikandung mempunyai risiko tertular sehingga mengalami gangguan misalnya pembesaran hati, kuning, ekapuran otak, ketulian, retardasi mental, dan lain-lain.

Pemeriksaan laboratorium sangat bermanfaat untuk mengetahui infeksi akut atau infeski berulang, dimana infeksi akut mempunyai risiko yang lebih tinggi. Pemeriksaan laboratorium yang silakukan meliputi Anti CMV IgG dan IgM, serta Aviditas Anti-CMV IgG.

HERPES SIMPLEKS TIPE II

Infeksi herpes pada alat genital (kelamin) disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks tipe II (HSV II). Virus ini dapat berada dalam bentuk laten, menjalar melalui serabut syaraf sensorik dan berdiam diganglion sistem syaraf otonom.

Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi HSV II biasanya memperlihatkan lepuh pada kuli, tetapi hal ini tidak selalu muncul sehingga mungkin tidak diketahui. Infeksi HSV II pada bayi yang baru lahir dapat berakibat fatal (Pada lebih dari 50 kasus)

Pemeriksaan laboratorium, yaitu Anti-HSV II IgG dan Igm sangat penting untuk mendeteksi secara dini terhadap kemungkinan terjadinya infeksi oleh HSV II dan mencaegah bahaya lebih lanjut pada bayi bila infeksi terjadi pada saat kehamilan.

Infeksi TORCH yang terjadi pada ibu hamil dapt membahayakan janin yang dikandungnya. Pada infeksi TORCH, gejala klinis yang ada searing sulit dibedakan dari penyakit lain karena gejalanya tidak spesifik. Walaupun ada yang memberi gejala ini tidak muncul sehingga menyulitkan dokter untuk melakukan diagnosis. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk membantu mengetahui infeksi TORCH agar dokter dapat memberikan penanganan atau terapi yang tepat.

Panel TORCH
  • Anti Toxoplasma IgG dan IgM

  • Anti Rubella IgG dan IgM

  • Anti CMV IgG dan IgM

  • Anti HSV II IgG dan IgM

Propolis vs Kanker Payudara

Propolis vs Kanker Darah

Gudang Propolis