Showing posts with label Gigi. Show all posts
Showing posts with label Gigi. Show all posts

Sunday, October 31, 2010

Empat Perusak Gigi

Sumber: "http://id.news.yahoo.com/viva/20101024/tls-empat-perusak-gigi-34dae5e.html"

By: Pipiet Tri Noorastuti, Mutia Nugraheni

VIVAnews - Kerusakan gigi tak hanya dipicu kebiasaan malas menyikat gigi. Ada sejumlah kebiasaan yang mungkin tak Anda sangka bisa memicu permasalahan gigi.

Berikut empat pemicu kerusakan gigi yang tidak diketahui banyak orang, seperti dikutip dari Shine.

1. Minuman asam

Penelitian terbaru Universitas Birmingham menemukan, konsumsi minuman suplemen olahraga memicu erosi gigi serius dan infeksi. Peneliti menguji dua minuman yang tidak disebutkan namanya dan menemukan kandungan yang dapat meluruhkan email gigi.

Kondisi itu kemungkinan akibat tingkat keasaman yang bertentangan keseimbangan PH normal mulut. Soda dengan bahan kimia seperti asam aspartam juga dapat membuat bagian gigi mengalami aus. Bahkan, jus yang sangat asam juga dapat menyebabkan infeksi dan erosi dari waktu ke waktu.

2. Olesan Lipstik

Menurut penelitian tim dari Universitas Sao Paulo, Brazil, lipstik yang mengandung parafin dapat mengikis enamel gigi. Saat enamel terkikis, gigi menjadi berpori dan menciptakan tempat tumbuhnya bakteri. Efeknya adalah kerusakan gigi, infeksi dan patah. Sebaiknya, pilih lipstik yang tidak mengandung parafin.

3. Karbohidrat

Produk camilan berkarbohidrat tinggi juga tidak baik untuk gigi. Setelah dipecah menjadi gula sederhana efeknya sama dengan gula yang menempel pada gigi. Gula menyebabkan bakteri dan plak yang menyebabkan penyakit gusi dan rongga gigi.

4. Terlalu sering menyikat gigi

Menurut American Dental Association, terlalu sering menyikat gigi bisa membuat abrasi pada gigi. Akibatkanya gigi menjadi lebih sensitif dan mudah merasa ngilu. Untuk menghindarinya, pilih sikat gigi yang yang berbulu lembut dan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif.

Sunday, October 18, 2009

Kesehatan Gigi & Mulut Bagi Penderita Kanker

Bagi penderita kanker, kesehatan gigi & mulut harus sangat perhatikan karena berhubungan erat dengan proses penyembuhan terhadap penyakitnya tersebut.

Pengobatan pasien penyakit kanker adalah dengan cara radiasi atau kemoterapi dan sebelum proses ini dilakukan, kesehatan terhadap gigi & mulut harus perhatikan dan dijalankan. Dituturkan oleh Drg. Sri Rahayu MARS dari SMF Gigi & Mulut, RS Kanker Dharmais Jakarta.

Pengobatan menggunakan Radioaktif atau disebut juga dengan radiasi harus dilakukan secara berlanjut dan tidak boleh terputus sampai selesai.

Pengobatan dengan radiasi ini menyebabkan kondisi tulang penyanggah gigi menjadi lebih rapuh dalam waktu sementara dan elemen dalam darah mengalami penurunan dari kadar normal. Hal ini mengakibatkan pasien mengalami rasa sakit yang sangat, jika mengalami masalah gangguan gigi & mulut. Dijelaskan oleh Drg. Sri Rahayu saat seminar Menjaga Kesehatan Gigi & Mulut Bagi Penderita Kanker di RS Kanker Dharmais, Jakarta.

Dilanjutkan kembali oleh Drg. Sri, tidak boleh ada gangguan yang disebabkan infeksi yang berasal dari jaringan lunak didalam gigi & mulut selama proses penyinaran. Pasien juga tidak diperbolehkan mencabut gigi selama tiga tahun setelah penyinaran selesai dilakukan dan dibutuhkan waktu untuk memperbaiki struktur tulang dan elemen dalam darah menjadi normal kembali.

Kemoterapi adalah penggunaan zat kimia untuk perawatan penyakit. Dalam penggunaan modernnya, istilah ini hampir merujuk secara eksklusif kepada obat sitostatik yang digunakan untuk merawat kanker. Selama proses ini, pasien akan mengalami penurunan elemen-elemen darah dari kondisi kadar normal. Oleh sebab itu pasien tidak boleh terkena infeksi terutama pada gigi & mulut.

Untuk menghindari dari infeksi, pasien pada saat kemoterapi diletakan didalam ruangan yang steril. Bedanya kemoterapi dengan radiasi/penyinaran, pasien tidak perlu menunggu sampai 3 tahun untuk melakukan pencabutan gigi, selama elemen-elemen dalam kadar darah normal. Ujar Drg. Sri. Ini untuk mencegah terjadinya pendarahan dalam mulut pada saat pencabutan gigi.

Jadi sebelum proses pengobatan kanker dilakukan, baik dengan radiasi atau kemoterapi, harus di konsultasikan terlebih dahului dengan dokter gigi terkait. Dan kondisi gigi & mulut pasien harus dibersihkan untuk mencegah terjadinya infeksi.

Monday, February 23, 2009

PROPOLIS Menyembuhkan penyakit Gigi, Gusi dan mulut

Propolis telah di gunakan untuk menyelesaikan permasalahan gigi selama berabad-abad, karena efek dari perawatan gigi menggunakan propolis ini dapat segera terlihat/terbukti dan sudah menjadi bahan penelitian klinis yang popular di Negara Barat maupun Negara Timur.
Penggunaan propolis untuk kedokteran gigi di Inggris telah berkembang dengan pesat selama beberapa tahun. Propolis popular digunakan untuk mengatasi masalah gigi berkat hasil kerja Philip Wands yang memiliki beberapa klinik dokter gigi di Manchester. Dia secara konstan memakai propolis untuk perawatan berbagai masalah gigi.

Dalam study tahun 1995, dia melaporkan tentang pengalaman rekan-rekannya di Inggris dalam penggunaan propolis untuk merawat ulceration oral (50 kasus), denture trauma, gigi palsu, herpetic (hepes) dan ulceration oral menyakitkan non spesifik. Perawatan dengan cara menggunakan 50% propolis cair langsung pada area terinfeksi. Perawatan dengan propolis cair ini dapat menyembuhkan hanya dalam 2 hari. Peradangan gusi (periodontal inflammation) yang disebabkan oleh pencabutan gigi bungsu juga dirawat dengan propolis.

Propolis cair direkomendasikan sebagai mouthwash (obat kumur) dan breath freshner (penyegar bau mulut). Dia juga merekomendasikan propolis untuk sabun tangan antiseptik operasi.

Di Jepang propolis diuji cobakan pada binatang yang di prakarsai oleh Universitas of Japan 1991, menemukan bahwa tikus yang diberi air berkandungan propolis berkurang tingkat lubang pada gigi secara signifikan dari tikus yang tidak diberi propolis.

Sumber : http://www.binaapiari.com/propolis-menyembuhkan-penyakit-gigi-gusi-dan-mulut/

Propolis vs Kanker Payudara

Propolis vs Kanker Darah

Gudang Propolis