Showing posts with label Diabetes. Show all posts
Showing posts with label Diabetes. Show all posts

Monday, July 11, 2011

Diabetes Vs Propolis: kadar gula darah turun

Diabetes, The Silent Killer. Penyakit diabetes merupakan penyakit yang bisa mematikan dan secara diam-diam dapat menyerang siap saja. Setiap orang dapat mengidap diabetes, baik tua maupun muda, termasuk Anda. Namun, yang perlu anda pahami adalah anda tidak sendiri.

Menurut data WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita Diabetes Mellitus di dunia. Pada tahun 2000 yang lalu saja, terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes

Membaca Gejala Umum DiabetesGejala awal penderita diabetes adalah meningkatnya kadar gula darah yang tinggi. Hingga diatas 160-180 mg/dL. Peningkatan kadar gula darah yang tinggi akan memacu ginjal membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang akibat banyaknya glukosa yang dikeluarkan melalui air kemih.

Efek yang terlihat, penderita sering kencing dalam jumlah yang banyak (poliuri) dan penderita mudah kehausan yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi).

Banyaknya glukosa yang ke luar juga menyebabkan penderita seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan (polifagi).

Gejala lainnya adalah pandangan kabur, pusing, mual dan berkurangnya ketahanan tubuh selama melakukan olah raga. Penderita diabetes yang gula darahnya kurang terkontrol lebih peka terhadap infeksi.

Komplikasi Diabetes Bisa MematikanDiabetes merupakan penyakit yang menimbulkan berbagi komplikasi penyakit tubuh lainnya. Hal ini disebabkan kadar gula darah yang terus meningkat, sehingga berakibat rusaknya pembuluh darah, saraf dan struktur internal lainnya.

Komplikasi kronis Diabetes mellitus meyebablkan penderita mudah terserang penyakit lainnya:

1. 2x lebih mudah mengalami trombosit otak (pembekuan darah di otak) menyebabkan stroke

2. 2x lebih mudah mengalami penyakit jantung koroner

3. 7x lebih mudah mengalami gagal ginjal kronis

4. 25x lebih mudah mengalami kebutaan

5. 5 x lebih mudah mengalami gangrene

Peran PROPOLIS untuk menurunkan kadar gula darah penderita Diabetes adalah dengan cara (Beijing propolis Research Network ):

1. Flavonoid dalam propolis, kandungan terpene vinyl mendukung penggunaan sumber glukosa exogenons dari peranan glycogen, dan zat tersebut untuk menurunkan kadar gula darah.

2. Propolis mempunyai efek bactericidal anti peradangan, bisa menjadi sel aktif, untuk meningkatkan regenerasi jaringan sel.

3. Propolis adalah anti oxidant alam yang kuat, dan bisa secara signifikan meningkatkan aktifitus SOD. Penggunaan propolis tidak saja menurunkan tingkat radical bebas yang merusak sel, tapi juga menghindari juga merawat berbagai macam komplikasi penyakit.

4. Propolis sangat mujarab, untuk penyuntikan insulin atau hypoglycemic, dapat secara signifikan menurunkan gula darah.

5. Efek hipolipidemic dari propolis meningkatkan peredaran darah dan anti oksidan, melindungi pembuluh darah, yang mengendalikan komplikasi diabetes.

6. Propolis dapat menstimulasi tubuh untuk menumbuhkan ATP. ATP adalah sumber penting dari energi tubuh, pemasok energy, meningkatkan kekuatan fisik.

7. Nasps di dalam flavonoid propolis, zat polysaccharides mengatur metabolisme dan meningkatkan imunitas tubuh.

8. Propolis kaya akan kalsium, magnesium, potassium, phosphor, zat besi, chromium dan elemen trace lain untuk mencegah dan merawat penderita diabetes.

Sumber: Beijing propolis Research Network

Monday, September 27, 2010

Diabetes, Ginjal, Gangguan Penglihatan

ABDUL MULKI, Praja Dalam Kebayoran Lama: “Orang tua saya berusia lebih kurang 70 tahun. Beliau menderita diabet akut sehingga merambah ke gagal ginjal dan gangguan penglihatan. Karena gagal ginjal, orang tua saya harus cuci darah seminggu dua kali.

Awalnya kakak saya hanya dikasih 2 botol Melia Propolis oleh temannya (Pak Havizd) untuk diteteskan ke mata. Satu minggu kemudian ketika mau cuci darah, ibu saya sudah dapat melihat dengan jelas. Akhirnya kakak saya langsung memesan Melia Propolis dan Melia Biyang untuk Ibu. Alhamdulillah setelah mengonsumsi keduanya secara teratur selama 6 bulan, sekarang ibu saya sudah tidak cuci darah lagi. Fungsi ginjalnya sudah membaik. Yang luar biasa, kedua kaki ibu saya yang luka-luka akibat diabet akut, sekarang sudah sembuh.

Terimakasih Melia.

Diabetes Gestasional Bisa Diprediksi

Sumber: "http://health.kompas.com/read/2010/09/28/09463145/Diabetes.Gestasional.Bisa.Diprediksi"
Kompas.com - Diabetes gestasional merupakan diabetes yang muncul hanya pada masa kehamilan. Kondisi ini biasanya menghilang sesudah melahirkan, namun hampir setengahnya kemudian akan muncul kembali. Jika tidak dikendalikan dengan baik diabetes gestasional bisa berdampak buruk bagi janin dan ibu.

Diabetes gestasional seringkali terlambat dideteksi, yakni baru pada minggu ke-26 kehamilan. Padahal bila dideteksi sejak dini, risiko pada ibu dan janin bisa dikurangi. Penyakit ini bisa menimbulkan sejumlah komplikasi, termasuk pertumbuhan terhambat, cacat bawaan, kelainan jantung, bayi lahir besar, dan sebagainya.

Riset teranyar menunjukkan diabetes gestasional bisa dideteksi sejak awal dengan mengukur kadar trigliserida dan mengetahui riwayat pertambahan lingkar pinggang ibu hamil.

Dalam penelitian terhadap 144 ibu hamil, diketahui wanita yang lingkar pinggangnya lebih dari 85 sentimeter dan kadar trigliseridanya tinggi selama tri semester pertama kehamilan cenderung memiliki kadar gula darah yang tinggi ketika dilakukan uji sampel darah di tri semester kedua. Ketika dimulainya studi ini seluruh ibu hamil memiliki kadar gula darah yang normal.

Kadar gula darah yang tinggi dalam darah merupakan indikator diabetes gestasional. Sementara trigliserida yang tinggi dan lingkar pinggang lebar merupakan penanda obesitas, yang menjadi faktor risiko diabetes gestasional.

Lalu apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan bayi dari risiko yang ditimbulkan akibat diabetes? Ibu hamil diwajibkan untuk mengontrol kadar gula darahnya dengan cara mengatur pola makan, berolahraga dan mengonsumsi obat-obatan. Pemeriksaan kandungan juga wajib dilakukan secara rutin.

Sunday, October 11, 2009

Ukuran Celana dan Risiko Kanker

KOMPAS.com — Jangan abaikan ukuran pinggang dan pangkal paha yang makin lama terus bertambah diameternya. Tanda kegemukan di dua bagian tubuh ini merupakan sinyal telah terjadi penumpukan lemak dalam perut.

Penumpukan lemak tersebut biasanya tersembunyi dan mengelilingi organ-organ di sekitar perut serta berkaitan dengan penyakit diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi serta risiko penyakit jantung.

"Sejak lama sudah ada hipotesa yang menyatakan bahwa ukuran pakaian kita merupakan tanda yang nyata terjadinya obesitas dan lemak di bagian dalam perut," kata Dr Laura AE Hughes, dari Maastricht University, Belanda.

Menggunakan informasi dari 2.500 pria dan wanita yang terlibat dalam studi mengenai diet dan kanker, para peneliti mencoba membenarkan kaitan antara ukuran pakaian dan ukuran pinggang serta paha, dengan indeks massa tubuh. Menurut para peneliti, ukuran rok atau celana panjang seseorang di masa kini berkaitan dengan risiko kanker di masa depan.

Selama 13 tahun masa penelitian, para peneliti menemukan bahwa pada wanita, ukuran rok yang besar bisa meramalkan risiko terjadinya kanker endometrium. Sementara pada pria, ukuran celana panjang yang besar bisa dipakai untuk memprediksi risiko kanker ginjal.

Pada laki-laki, ukuran lingkar pinggang perlu diwaspadai bila lebih dari 90 cm, sedangkan untuk wanita, lebih dari 80 cm.

"Di masa depan hal ini bisa membantu studi epidemiologi untuk mengumpulkan data ukuran pakaian selain juga berat dan tinggi badan, terutama pada populasi masyarakat yang rawan obesitas," kata Hughes.

Wednesday, October 07, 2009

Diabetes Bisa Menyerang Anak-anak

Sumber: http://www.tribunkaltim.co.id/read/artikel/995

ANAK-ANAK yang sudah divonis menderita diabetes tidak akan mengalami gangguan pertumbuhan, asalkan mematuhi seluruh aturan bagi penderita diabetes.

"Pertumbuhan mereka tidak akan terganggu, asalkan mereka patuh pada aturan yang ditetapkan dokter dengan memakai insulin dari luar," kata konsultan Persatuan Diabetisi Indonesia (Persadia) unit Jogja International Hospital (JIH) Prabata, di Yogyakarta, Minggu.

Diabetisi (penderita diabetes) anak lebih disebabkan karena faktor genetik, sehingga selama hidupnya akan sangat bergantung pada insulin. "Diabetes itu termasuk tipe satu, dan timbul karena sel beta pankreas sudah tidak mampu memproduksi insulin secara alami karena ada faktor keturunan," katanya.

Menurut Prabata, diabetisi tipe satu tidak tergantung pada ’sex linkage’, misalnya bapak yang menderita diabetes maka keturunannya yang perempuan juga akan menderita diabetes. "Pemikiran itu salah, tidak ada hubungannya dengan ’sex linkage’, keturunan laki-laki atau perempuan sama-sama memiliki peluang yang sama untuk menderita diabetes," katanya. Kata dia, orang yang memiliki faktor bisa saja menderita penyakit itu sebelum berusia 40 tahun, jika mereka tidak menjaga pola hidupnya. Namun demikian, ia menyangkal bahwa penderita diabetes sama sekali tidak boleh mengkonsumsi gula dalam bentuk apapun.

"Mereka masih bisa memakan gula, tetapi dengan takaran yang disesuaikan dengan insulin yang dimasukkan. Karena bagaimanapun juga, tubuh juga membutuhkan gula," katanya. Selain diabetisi tipe satu, ada pula diabetisi tipe dua yang muncul karena seseorang menjalani gaya hidup yang tidak sehat. Menurut Prabata, anak-anak yang memiliki bakat menjadi gemuk atau sudah gemuk dari kecil juga harus diwaspadai, karena kemungkinan menderita gula ketika sudah berusia 40 tahun.

Begitu pula dengan perempuan yang melahirkan bayi dengan berat lebih dari empat kilogram, memiliki kerentanan mengalami diabetes pada usia sekitar 40 tahun. Untuk penanganan diabetisi tipe dua, dapat dilakukan dengan insulinisasi dini, dengan harapan memberi kesempatan istirahat kepada pankreas guna memulihkan sel-sel yang telah rusak, sehingga nantinya kembali dapat memproduksi insulin secara alami.

Selain menjaga asupan makanan dan menjalani pola hidup sehat, kaum diabetisi menurut dia tidak boleh stress dan harus menerima kondisi yang dihadapi. "Faktor dukungan dari keluarga serta lingkungan juga sangat penting bagi penderita diabetisi untuk bisa menjalani kehidupannya," katanya.

Friday, September 04, 2009

Monday, May 18, 2009

Usia Muda Kena DM

Sumber: http://www.infeksi.com/articles.php?lng=in&pg=1285

DIABETES tidak bisa disembuhkan,tetapi bisa dikendalikan. Perubahan gaya hidup dan pola makan menjadi kunci utama. Fakta membeberkan, setiap 10 detik satu orang meninggal karena komplikasi diabetes dan dalam waktu bersamaan ditemukan dua penyandang diabetes baru. Data lain menunjukkan, lebih dari 80 juta diabetesi (orang dengan diabetes) berada di wilayah Pasifik Barat dan Asia Tenggara. Di seluruh dunia, diabetes melitus (DM) membunuh lebih banyak manusia dibanding HIV/AIDS. Sedemikian besarnya angka kejadian dan kematian akibat penyakit terkait kadar gula darah itu.

Sejak 2007,badan dunia PBB menjadikan 14 November sebagai Hari PBB untuk Diabetes (UN World Diabetes Day). Diabetes merupakan penyakit kronis noninfeksi dan tidak menular pertama yang diangkat PBB. Sebelumnya, PBB hanya menetapkan Hari TBC, Malaria, dan HIV/AIDS, yang merupakan penyakit infeksi dan menular.

Di Indonesia, Hari Diabetes Nasional diperingati lebih cepat, tepatnya 12 Juli lalu. Angka penyandang penyakit yang populer dengan sebutan kencing manis itu memang cukup fantastis, menempati urutan keempat terbesar di dunia. Pada 2006 ditemukan 14 juta diabetesi. Dari 50% yang sadar mengidapnya, hanya 30% yang rutin berobat. WHO memperkirakan, pada 2030 nanti sekitar 21,3 juta orang Indonesia terkena diabetes.

Ada empat kala atau tipe diabetes, yaitu tipe 1, tipe 2, tipe lain (disebabkan adanya penyakit atau faktor lain), dan DM pada kehamilan (gestasional). Diabetes tipe 1 bisa dialami sejak kanak-kanak atau remaja dan si penyandang harus mendapat asupan insulin rutin seumur hidup (baik melalui injeksi maupun inhalasi). Sementara itu, diabetes tipe 2 umumnya dialami orang dewasa dan tidak terkait insulin. Menurut Ketua Indonesian Diabetes Association (Persadia) Prof Dr dr Sidartawan Soegondo SpPD-KEMD FACE, DM tipe 2 merupakan yang terbanyak, yaitu sekitar 95% dari keseluruhan kasus DM. Selain faktor genetik, juga bisa dipicu oleh lingkungan yang menyebabkan perubahan gaya hidup tidak sehat, seperti makan berlebihan (berlemak dan kurang serat), kurang aktivitas fisik, stres.

”Kegemukan adalah faktor kunci terjadinya DM tipe 2. Aspek genetik memang tidak dapat dicegah, tapi gaya hidup bisa diubah,” ujar Sidartawan dalam presentasi yang disampaikan pada peringatan Hari Diabetes Nasional di Jakarta, beberapa waktu lalu. DM tipe 2 sebenarnya dapat dikendalikan atau dicegah terjadinya melalui gaya hidup sehat, seperti makanan sehat dan aktivitas fisik teratur. Namun, seiring perkembangan zaman, terjadi perubahan gaya hidup, seperti konsumsi menu junk food yang tinggi kolesterol serta malas bergerak akibat terlalu mengandalkan transportasi dan teknologi yang kian canggih.

DM tipe 2 biasanya ditemukan pada orang dewasa usia 40 tahun ke atas, sekarang menyerang di usia lebih muda. ”Tahun lalu usia termuda 20 tahun, sekarang ada anak usia 8 tahun sudah terkena diabetes,” ungkap konsultan metabolik endokrin kelahiran Amsterdam itu. Upaya terbaik yang harus dilakukan adalah pencegahan dengan mendiagnosis prediabetes sejak dini.

Sebab, kalau sudah telanjur terkena, sangat sulit mengobatinya. Komplikasinya pun beragam, seperti kerusakan pembuluh darah dan saraf, infeksi (gangren kaki), gigi goyang atau tanggal, hipoglikemi (kadar gula darah terlalu rendah), impoten, penyakit jantung, stroke, hingga kebutaan. ”Jika sudah terkena diabetes, kadar gula harus dijaga dan dipertahankan sebaik mungkin. Selain berolahraga, pengaturan pola makan berperan penting,” tandas Business Development Manager Kalbe Nutritionals dr Iwan S Handoko. Bentuk penanganannya ada yang bersifat primer (mencegah jangan sampai menjadi diabetes), sekunder (jangan sampai terjadi komplikasi), dan tersier (jangan sampai terjadi kecacatan).

Tuesday, March 03, 2009

3 tahun Diabetes Kambuh

Nama: H. Unan,
Kp. Kiarapayung - Padalarang

Sudah 3 tahun diabetes saya kambuh, kurang lebih 120 juta saya harus mengobati penyakit ini, tapi mungkin Allah SWT belum memberikan kesembuhan kepada saya, hingga pada akhirnya saya kedatangan tamu yang menawarkan suatu produk yang katanya dapat menyembuhkan segala macam penyakit, baru kali ini saya mendengar yang namanya propolis. Setelah saya membaca brosur tentang propolis, saya sangat yakin sekali bahwa ini merupakan petunjuk dari Alloh SWT sebagai perantara kesembuhan penyakit yang saya derita. Alhamdulillan atas izin Alloh SWT penyakin yang saya derita selama ini berangsur-angsur pulih dan kondisi badan sayapun makin hari makin membaik, mulai dari kadar gula menurun, dan penglihatan saya membaik juga, alhamdulillah saat ini kondisi kesehatan saya terasa jauh lebih baik.

Sumber: http://www.platinumcentre.co.cc/search/label/Kesaksian

Sunday, February 08, 2009

Sakit Komplikasi Menahun

Puji Tuhan rupanya doa saya terkabulkan. Satu hari anak sulung saya yang menjadi member Melia Summit memberikan Melia Propolis dan menganjurkan untuk menghentikan mengkonsumsi obat-obatan lainnya. Saya minum Melia Propolis satu hari 3 X 5 tetes pagi, siang, malam.

Luar biasa, baru tiga hari saya mengkonsumsinya terasa banyak perubahan pada kondisi kesehatan saya. Satu bulan pertama saya check up gula darah, asam urat, kolesterol, serta jantung menunjukkan banyak perubahan 3 bulan kemudian saya merasa benar-benar sehat total hingga saat ini. Berat badan kembali stabil, makanpun tidak pernah ada pantangan lagi serta kuat untuk berjalan cukup jauh. Demikian mukjizat serta anugerah luar biasa yang telah diberikan Allah kepada saya melalui Melia Propolis sehingga saya dapat mengenyam hidup sehat lagi. Terima kasih Melia Propolis dan bagi sidang pembaca yang ingin sehat konsumsi saja MELIA PROPOLIS.
Sebagaimana dituturkan oleh; Nama : Ny. Nellyawati Alamat : Jl. Mayor Utarya Gg. Gn. Dalem I No. 17 Tasikmalaya Jawa Barat Telepon : 0265 326995

Diabetes VS Propolis

propolis untuk  diabetes

Perkenalkan nama saya Aep Sutisna, Saya seorang manager BUMN PT. Kertas Padalarang yang mempunyai penyakit kencing manis (diabetes) sejah 10 tahun yang lalu.

Angka gula darah saya 210 mg/100ml, 2 jam pp (setelah makan). Angka tertinggi yang tercatat pada tanggal 1 juli 2005 sebesar 397 mg (2 jam pp). sejak 23 Agustus 2005 saya mulai mengkonsumsi propolis dengan dosis 3 kali sehari masing-masing 7 tetes.

Pemeriksaan tanggal 30 Agustus 2005 angka gula darah saya menurun menjadi 227 mg random pemeriksaan dilakukan kembali pada tanggal 16 September 2005 dengan hasil 178 mg (2 jam pp). Sesuai data tersebut tercatat dalam “kartu sehat” saya di Poliklinik PT. Kertas Padalarang.

Atas dasar data tersebut saya menyimpulkan bahwa propolis sebagai suplemen berpengaruh sangat baik terhadap penyakit diabetes. Sampai saat ini saya masih tetap mengkonsumsi Propolis, dengan dosis yang sama dan datanya dapat dikonfirmasi ke Poliklinik PT. Kertas Padalarang.

Propolis vs Kanker Payudara

Propolis vs Kanker Darah

Gudang Propolis