Showing posts with label Artritis Reumatoid. Show all posts
Showing posts with label Artritis Reumatoid. Show all posts

Monday, October 11, 2010

Artritis Reumatoid Bisa Timbulkan Cacat

Sumber: "http://health.kompas.com/read/2010/10/12/10131598/Artritis.Reumatoid.Bisa.Timbulkan.Cacat"
JAKARTA, KOMPAS.com - Jangan sepelekan rasa nyeri pada persendian yang disertai bengkak, merah, sakit jika digerakkan dan sudah berlangsung lebih dari 6 minggu. Bisa jadi hal itu adalah gejala Artritis Reumatoid (AR). Bila tidak segera ditangani, AR bisa menyebabkan kecacatan.

Artritis reumatoid sebenarnya berbeda dengan penyakit rematik. Penyakit ini merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan sendi kronik. Rematik akibat peradangan ini sampai sekarang tidak diketahui penyebabnya.

"Ada dugaan karena faktor genetis, namun ada juga yang menyebutkan karena infeksi dan faktor lingkungan yang merangsang sistem imun untuk menyerang jaringan tubuh yang normal," kata Prof.Dr.Harry Isbagjo, Sp.PD-KR, Guru Besar Divisi Reumatologi FKUI/RSCM dalam acara media edukasi memperingati Hari Artritis Reumatoid Sedunia, di Jakarta (11/10).

Sampai saat ini, para ahli masih terus mencari apa penyebab penyakit yang bisa menimbulkan kecacatan ini. "Yang pasti penyakit ini tidak ada hubungannya dengan makanan tertentu, seperti pada penyakit gout (asam urat)," kata Harry.

Penyakit AR tidak bisa dianggap remeh karena bisa merusak tulang rawan, tulang, tendon dan ligamen sendi yang terkena. Penderita penyakit AR juga sering mengalami deformasi sendi sehingga kehilangan mobilitasnya. Di Indonesia, jumlah penderita AR diperkirakan sekitar 0,1-0,3 persen dari jumlah penduduk dan lebih banyak menyerang orang dewasa dan wanita.

Gejala utama penyakit ini selain bengkak dan kemerahan adalah nyeri pada banyak sendi. "Kebanyakan sendi yang diserang simetris atau kiri kanan. Misalkan pundak kiri dan kanan atau kedua bagian tangan," papar Harry. Ciri khas lainnya adalah adanya benjolan-benjolan (nodul rematik) serta rasa kelelahan.

Meski jumlah penderita AR sedikit, namun penyakit ini sangat progresif dan paling banyak menyebabkan kecacatan. "Kerusakan sendi sudah mulai terjadi pada 6 bulan pertama dan jika tidak diobati bisa terjadi cacat dalam 2-3 tahun," tambah mantan Ketua Umum Ikatan Reumatologi Indonesia ini.

Menurut Harry, pengobatan utama penyakit AR adalah untuk memperbaiki fungsi sendi, mencegah kecacatan dan disabilitas. "Belum ada obat untuk menyembuhkan penyakit ini, obat yang sekarang ada hanyalah untuk mengurangi gejala dan mencegah perjalanan penyakit.

Pengobatan dini terbukti dapat mencegah perburukan penyakit AR. Karena itu masyarakat diharapkan mewaspadai gejala awal penyakit AR.

Terapi "Artritis Reumatoid" Segera Hadir di Indonesia

Sumber: "http://id.news.yahoo.com/antr/20101011/tls-terapi-artritis-reumatoid-segera-had-e850fa7.html"

Jakarta (ANTARA) - Terapi untuk pengobatan "Artritis reumatoid", penyakit peradangan persendian dengan rasa nyeri yang amat sangat, segera hadir di Indonesia sehingga penderita akan memiliki penangkalnya.

"Bagi banyak pasien Atritis Reumatoid, pengobatan dengan terapi yang ada saat ini tidak mengatasi rasa nyeri dan tanda-tanda perburukan dari penyakit ini," kata Harry Isbagio, President Asosiasi Reumatoid Indonesia, di Jakarta, Senin.

Menurutnya, penderita penyakit itu menimpa lebih dari 21 juta orang di dunia dan penyakit itu menyebabkan distorsi pada sendi dan menurunkan fungsi yang disertai rasa nyeri, kaku dan pembengkakan.

Dalam perkembangan selanjutnya penyakit tersebut bisa mengarah kepada perusakan sendi yang tidak dapat diperbaiki dan menyebabkan kecacatan.

"Ciri sistemik penyakitr itu disertai juga dengan rasa lelah, anemia, osteoporosis dan dapat menurunkan harapan hidup dengan mempengaruhi sistem organ-organ penting," katanya.

PT Roche Indonesia, afiliasi dari grup Roche mengumumkan rencana pelaksanaan penelitian klinis "Tocilizumab", terapi biologi lini pertama penghambat reseptor "interleukin six" (IL-6) yang disetujui pengunaannya berdasarkan klinis terbesar pada Artritis Reumatoid.

Pasien yang hidup dengan penyakit itu mengharapkan kebutuhan terhadap terapi yang lebih baik serta pengertian tentang dampak dan beban dari kondisi yang dialami mereka.

PT Roche Indonesia, salah satu perusahaan terdepan di dunia dalam bidang farmasi dan diagnostik yang berbasis riset, menjawab tantangan tersebut dengan melaksanakan penelitian yang berakhir pada pertengahan 2011 yaitu penelitian klinis tocilizumab penghambat reseptor IL-6.

Inge S. Kusuma, Head of Pharma, Roche Indonesia, mengatakan pengembangkan tocilizumab dan mekanismenya yang unik merupakan pilihan baru yang penting bagi pasien Artritis Reumatoid yang mengalami penyakitnya terus memburuk walaupun mendapatkan terapi.

"Penelitian klinis ini adalah langkah maju yang penting, menawarkan sebuah pilihan baru bagi masyarakat Indonesia yang terkena penyakit serius ini," katanya.

Tocilizumab merupakan penghambat antibody monoclonal IL-6 yang pertama.

Penelitian klinis ini akan melibatkan lima pusat yaitu, di Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang dan Yogyakarta.

Dr. Bambang Setyohadi, peneliti utama menjelaskan bahwa tujuan dari penelitian klinis ini adalah untuk menguji efikasi dan keamanan dari terapi yang baru dan memberikan kesempatan terapi bagi pasien Atritis Reumatoid di Indonesia.

Tocilizumab telah dipelajari dalam lima penelitian fase 3 multi-bangsa yang melibatkan lebih dari 4.000 pasien.

Penelitian menunjukkan bahwa tocilizumab, terapi tunggal yang secara signifikan mengurangi tanda atau akibat dari Atritis Reumatoid.

Propolis vs Kanker Payudara

Propolis vs Kanker Darah

Gudang Propolis