Showing posts with label Alzheimer. Show all posts
Showing posts with label Alzheimer. Show all posts

Monday, October 04, 2010

Alzheimer

Sumber: "http://health.kompas.com/direktori/yourbody/5/Alzheimer#detail"

DEFINISI

Alzheimer merupakan penyebab yang umum untuk kasus demensia – hilangnya intelektual dan kemampuan bersosialisasi yang cukup parah untuk mempengaruhi aktivitas harian. Pada penyakit Alzheimer, kesehatan jaringan otak mengalami penurunan, menyebabkan menurunnya daya ingat dan kemampuan mental.

Alzheimer bukan merupakan bagian dari proses penuaan secara normal, akan tetapi risikonya meningkat seiring bertambahnya usia. Lima persen orang berusia di antara 65-74 memiliki penyakit Alzheimer, dan hampir setengah orang yang berusia lebih dari 85 tahun memiliki penyakit Alzheimer.

Meskipun penyakit ini tidak ada obatnya, perawatan dapat memperbaiki kualitas hidup orang yang memiliki penyakit Alzheimer. Mereka yang memiliki Alzheimer membutuhkan dukungan dan kasih sayang dari teman dan keluarga untuk mengatasinya.

GEJALA

Penyakit Alzheimer dapat dimulai dengan hilangnya sedikit ingatan dan kebingungan, tetapi pada akhirnya akan menyebabkan pelemahan mental yang tidak dapat diubah dan menghancurkan kemampuan seseorang dalam mengingat, berpikir, belajar, dan berimajinasi.
Hilangnya ingatan
Setiap orang memiliki penyimpangan dalam ingatan. Adalah hal yang normal ketika anda lupa dimana anda menaruh kunci mobil atau lupa nama orang yang jarang anda lihat. Tetapi masalah ingatan yang berhubungan dengan Alzhaimer berlangsung lama dan buruk. Orang-orang dengan Alzhaimer mungkin:
  • Mengulangi sesuatu yang telah dikerjakannya
  • Sering lupa akan ucapan dan janji yang dilakukannya
  • Sering salah menaruh sesuatu, sering menaruh sesuatu di tempat yang tidak wajar
  • Pada akhirnya lupa dengan nama anggota keluarga dan benda-benda yang biasa digunakan dalam kesehariannya

Bermasalah ketika berpikir secara abstrak
Orang dengan Alzheimer bermasalah dalam berpikir mengenai suatu hal terutama dalam bentuk angka.

Kesulitan dalam menemukan kata yang tepat
Sulit untuk orang dengan Alzhaimer untuk menemukan kata yang tepat untuk menyampaikan pemikiran mereka atau ketika mereka terlibat pembicaraan. Pada akhirnya akan mempengaruhi kemampuan membaca dan menulis mereka.

Disorientasi
Orang dengan Alzheimer sering hilang kemampuan untuk mengingat waktu dan tanggal, serta akan merasakan diri mereka hilang di lingkungan yang sebenarnya familiar bagi mereka.

Hilang kemampuan dalam menilai
Menyelesaikan masalah sehari-hari merupakan hal yang sulit dan menjadi bertambah sulit sampai akhirnya adalah sesuatu yang dirasa tidak mungkin bagi mereka yang memiliki Alzheimer. Alzheimer memiliki karakteristik sangat sulit untuk melakukan sesuatu yang membutuhkan perencanaan, pengambilan keputusan dan penilaian.

Sulit untuk melakukan tugas yang familiar
Sulit dalam melakukan tugas rutin yang membutuhkan langkah-langkah yang berkelanjutan dalam proses penyelesaiannya, contohnya memasak. Pada akhirnya, orang dengan Alzheimer dapat lupa bagaimana melakukan sesuatu bahkan yang paling mendasar.

Perubahan kepribadian
Orang dengan Alzheimer menunjukkan:
• Perubahan suasana hati
• Hilang kepercayaan terhadap orang lain
• Meningkatnya sikap keras kepala
• Depresi
• Gelisah
• Agresif

Penyebab & Faktor Risiko
Penyebab

Tak satupun faktor yang muncul menjadi penyebab Alzheimer. Ilmuwan percaya bahwa penyakit ini merupakan kombinasi antara genetik, gaya hidup dan faktor lingkungan. Alzheimer merusak dan membunuh sel otak.

Dua jenis kerusakan sel otak (neuron) yang biasa terjadi pada orang pengidap Alzheimer :

  • Plaques / plak. Gumpalan protein yang disebut beta-amyloid mempengaruhi komunikasi antara sel-sel otak. Meskipun tidak diketahui ada kasus Alzheimer yang menyebabkan kematian, fakta menunjukkan bahwa proses yang tidak normal dari protein beta-amyloid kemungkinan menjadi penyebab.
  • Tangles / kusut. Struktur pendukung dalam sel otak tergantung pada normalnya fungsi protein bernama tau. Pada orang dengan Alzheimer, benang protein tau mengalami perubahan yang menyebabkan mereka menjadi tidak waras. Banyak ilmuan percaya bahwa ini adalah kerusakan neuron dan dapat menyebabkan kematian bagi penderita Alzheimer.

Faktor risiko

Usia
Penderita Alzhaimer biasanya diderita oleh orang yang berusia lebih dari 65 tahun, tetapi juga dapat menyerang orang yang berusia dibawah 40. Sedikitnya 5 persen orang berusia di antara 65 dan 74 memiliki Alzheimer. Pada orang berusia 85 keatas jumlahnya meningkat menjadi 50 persen.

Keturunan
Risiko Alzheimer yang muncul sedikit lebih tinggi jika hubungan keluarga tingkat pertama – orangtua dan saudara sekandung - memiliki Alzheimer.

Jenis kelamin
Wanita lebih mudah terkena daripada laki-laki, hal ini karena umumnya wanita hidup lebih lama daripada laki-laki.

Penurunan kognitif ringan
Orang yang memiliki penurunan kognitif ringan memiliki masalah ingatan yang memburuk daripada apa yang mungkin diekspektasikan pada usianya dan belum cukup buruk untuk mengklasifikasikan sebagai dementia. Banyak dari mereka yang berada pada kondisi ini berlanjut memiliki penyakit Alzheimer.

Gaya hidup
Faktor sama yang membuat Anda berada pada risiko yang sama dengan penyakit jantung juga meningkatkan kemungkinan anda akan terkena penyakit Alzheimer. Contohnya adalah:
• Tekanan
• Tekanan darah tinggi
• Kolestrol tinggi
• Kurang dalam mengontrol gula darah
Menjaga tubuh agar tetap fit penting bagi anda – anda harus dapat melatih pikiran dengan baik. Beberapa studi menunjukkan bahwa aktif dalam melatih pikiran dan mental disepanjang hidup anda khususnya pada usia lanjut akan mengurangi risiko penyakit Alzheimer.

Tingkat pendidikan
Studi menemukan hubungan antara rendahnya pendidikan dan risiko Alzheimer. Tetapi alasan tepat yang mendasarinya tidak diketahui. Beberapa ilmuwan berteori, makin sering anda menggunakan otak akan lebih banyak sinapsis yang anda buat dimana akan tersedia banyak cadangan di hari tua. Akan sulit untuk menemukan Alzheimer pada orang yang melatih otaknya secara rutin, atau mereka yang memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi.


Pencegahan

Saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan bagaimana mencegah penyakit Alzheimer. Percobaan untuk menemukan vaksin yang dapat melawan Alzheimer terhenti beberapa tahun lalu karena beberapa orang yang menerima vaksin mengalami peradangan otak.

Akan tetapi Anda dapat mengurangi risiko Alzheimer dengan cara menekan risiko sakit jantung. Banyak faktor yang meningkatkan risiko sakit jantung juga dapat meningkatkan risiko demensia. Faktor utama yang muncul adalah tekanan darah, kolestrol dan tingkat gula darah. Tetap aktif – secara fisik, mental dan sosial – juga dapat mengurangi risiko terkena Alzheimer.

Saturday, October 17, 2009

Kopi Tunda Alzheimer Parah

KOMPAS.com - Konsumsi kopi setiap hari mungkin membantu menunda perkembangan penyakit Alzheimer, demikian hasil satu studi di dalam edisi Journal of Azheimer’s Disease, edisi online. Minum kopi sebelumnya telah dikaitkan dengan mengecilnya risiko perkembangan Alzheimer.

Beberapa peneliti dari University of South Florida mengkaji 55 tikus yang secara genetika telah direkayasa agar terserang gejala kegilaan yang serupa dengan gejala Alzheimer saat hewan tersebut berusia lanjut.

Alzheimer muncul ketika segumpal protein tidak normal yang lengket di otak yang disebut "beta-amyloid" bertumpuk hingga membentuk plak, sehingga merusak fungsi kofnitif.

Separuh hewan itu diberi dosis kafein setiap hari di dalam air minumnya, sementara separuh lagi terus minum air biasa.

Pada akhir studi dua bulan tersebut, semua tikus yang minum kafein memperlihatkan hasil pemeriksaan yang jauh lebih baik dalam ingatan dan kemampuan berfikirnya dibanding tikus yang diberi air biasa. Daya ingat hewan itu setajam tikus sehat yang lebih tua tanpa kegilaan.

Studi tersebut mendapati bahwa kafein memangkas sampai separuh darah yang berlebihan dan tingkat "beta amyloid" di otak pada tikus itu.

"Temuan baru tersebut memberi bukti bahwa kafein dapat menjadi ’terapi’ yang aktif bagi penyakit Alzheimer, yang sudah menyerang, dan bukan hanya sebagai strategi perlindungan," kata pemimpin peneliti, Gary Arendash, ahli syaraf dari University of South Florida.

"Itu penting karena kafein adalah obat yang aman bagi kebanyakan orang. Zat tersebut dengan mudah memasuki otak. Dan kelihatannya secara langsung mempengaruhi proses penyakit itu," kata Arendash sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi China, Xinhua.

Para peneliti tersebut berharap kafein dapat menjadi perawatan yang aman dan tidak mahal bagi penyakit hilang ingatan dan ingin melakukan percobaan pada pasien manusia sesegera mungkin.

Satu studi pada 2002 mendapati bahwa orang yang mengkonsumsi kafein pada pertengahan usia mereka memiliki resiko 60 persen lebih kecil untuk terserang penyakit itu.


ABD

Wednesday, August 12, 2009

Kekurangan Gizi di Otak secara perlahan akan memicu Alzheimer

Sumber: http://www.chem-is-try.org

Kekurangan gizi pada otak dalam jangka panjang adalah satu dari faktor biokimia yang menyebabkan beberapa bentuk Alzhemier, demikia menurut kajian baru yang bertujuan untuk memecahkankan misteri dari asal-usul penyakit tersebut.

Penyakit tersebut akan dimulai pada umur 60, dan resiko meningkat dengan umur. Robert Vassar dari Universitas Northwestern, pengarang utama kajian, menemukan bahwa ketika otak tidak memiliki cukup glukosa, yang bisa terjadi ketika penyakit kardiovaskular membatasi aliran darah dari arteri ke otak. Ini adalah proses yang akan menstimulasi produksi agregat protein yang berpotensi menjadi penyebab Alzheimer.

Setelah bekerja dengan otak manusia dan tikus, Vassar menemukan bahwa protein utama di otak terganggu ketika pasokan energi ke otak berkurang. Protein tersebut, yang disebut sebagai eIF2alpha, meningkatkan produksi enzim, yang pada akhirnya meproduksi agregat protein. ‘Penemuan ini signifikan, sebab ia menganjurkan bahwa meningkatkan aliran darah ke otak dapat menjadi pendekatan terapetik efektif untuk mencegah dan merawat Alzheimer’, Demikian kata Vassar.

Cara terbaik untuk meningkatkan aliran darah ke otak, dan mengurangi resiko untuk terkena alzheimer adalah mengurangi asupan kolestrol, mengatur tekanan darah tinggi, dan olah raga, terutama pada usia paruh baya. ‘Jika dimulai dari sejak awal, maka penyakit ini dapat dihindari.’ kata Vassar. Untuk orang yang sudah mendapatkan gejala, vasodilator (pelebaran pembuluh darah), dapat meningkatkan asupan oksigen dan glukosa ke otak, demikian tambahan dari dia. Kajian ini sudah dipublikasi pada jurnal Neuron.

Kontrol apa yang dimakan

Ketika berbicara pencegahan Alzheimer, memakan permen bukanlah solusi untuk meningkatkan aliran glukosa darah ke otak, demikian kata Vassar. Berkurangnya aliran darah ke otak terjadi dengan berjalannya proses penuaan, dan secara perlahan menyebabkan otak kekurangan glukosa. Ini adalah fenomena penuaan secara umum, kata Vassar. Juga, penurunan aliran darah diasosiasikan dengan atherosclerosis, atau pengerasan arteri, dan hipertensi, juga tekanan darah tinggi.

‘Kita harus meningkatkan kesehatan kardiovaskular, bukan mengasup gula berlebihan’, kata Vassar. ‘Apa yang didapat dari kajian epidemiologi adalah olah raga saat paruh baya adalah salah satu strategi pencegahan terbaik terhadap penyakit Alzheimer, maka orang harus tetap aktif secara fisik, dan mereka harus menjaga diet dan mengurangi asupan kolestrol, sebab kolestrol berkontribusi pada artherosclerosis’. Menurut Vassar, adalah mungkin mendesain obat untuk memblok protein elF2alfa yang memulai formasi agregat protein, yang dinamakan plak amiloid.

Penemuan awal

Sepuluh tahun yang lalu, Vassar menemukan enzim, BACE1, yang bertanggung jawab untuk membuat agregat protein lengket yang terbentuk diluar neuron, dan mengganggu kemampuan mereka untuk mengirim pesan. Namun penyebab tingginya tingkat protein pada orang dengan penyakit tersebut sama sekali tidak diketahui. Kajian Vassar yang terbaru juga menunjukkan bahwa kekurangan energi di otak dapat memacu proses pembentukan plak di Alzheimer. Vassar berkata bahwa kerjaan dia menunjukkan bahwa penyakit Alzheimer dapat diakibatkan dari beberapa tipe kekurangan energi yang terjadi pada stroke. Sel otak bereaksi dengan meningkatkan BACE1, yang dapat menjadi respon protektif jangka pendek, namun merusak di jangka panjang.

“Stroke adalah penahan yang mencegah aliran darah dan memproduksi kematian sel pada saat yang akut dan dramatis”, kata Vassar. “Apa yang kita bicarakan disini adalah proses lamban yang terjadi bertahun-tahun, dimana orang memiliki kecenderungan rendah terhadap penyakit kardiovaskular atau artherosclerosisi. Ia sangat tidak terasa, namun memiliki efek jangka panjang, sebab ia memproduksi reduksi kronis pada aliran darah.’ Vassar juga menekankan, bahwa jika orang sudah mencapai umur tertentu, sebagian akan mendapatkan peningkatan level enzim yang menyebabkan plak tersebut.

Diterjemahkan dari http://www.livescience.com/health/081224-starvation-alzheimers.html

Tuesday, June 23, 2009

Tip Merawat Pasien Alzheimer

Sumber : Kompas.com

ANDA punya anggota keluarga yang mengidap Alzheimer? Jangan langsung frustrasi menghadapi sang pasien. Seperti juga Anda, penderita alzheimer butuh bantuan. Berikut adalah beberapa tip yang layak dicoba oleh keluarga dan pasien yang mengidap alzheimer.

Pertama, buat jadwal harian yang sederhana, seperti jadwal makan, minum obat, buang air besar, dan rutinitas lain yang mempermudah Anda memantau rutinitas si penderita. Jadwal ini juga berguna agar pasien terbiasa melakukan sesuatu yang sederhana sehingga mempertahankan kemampuan kognitifnya.

Kedua, gunakanlah kata-kata yang sederhana agar pasien dapat lebih mengerti pesan yang Anda sampaikan.

Ketiga, ajaklah pasien membicarakan masa lalu. Ini untuk membantu merangsang memori. Kalau perlu, gunakan alat bantu seperti foto kenangan, video, atau lagu yang bisa membuat pasien terstimulus mengingat masa lalu.

Terakhir jangan abaikan perasaan penderita. Perhatikan hal-hal kecil yang diperhatikan penderita. Boleh jadi, hal kecil itu dapat membuat dia terstimulus mendapatkan kembali memorinya.

Sunday, May 10, 2009

Vitamin E Dapat Memperlambat Penyakit Alzheimer

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2009/05/05/brk,20090505-174445,id.html

TEMPO Interaktif, New York: Sebuah analisis data klinis menunjukkan bahwa vitamin E, dan obat-obatan yang mengurangi peradangan umum, dapat memperlambat penurunan kemampuan mental dan fisik pada orang dengan penyakit Alzheimer selama jangka panjang.

"Kami yakin vitamin E berpotensi bermanfaat pada perlambatan penurunan fungsi dan manfaat yang lebih kecil, pada penurunan kognitif pasien penderita penyakit Alzheimer," kata Dr Alireza Atri kepada Reuters.

Atri, di Rumah Sakit Umum Massachusetts, di Bedford VA Medical Center, dan Sekolah Kedokteran Harvard, Boston, dipimpin National Institutes Kesehatan mensponsori penelitian ini. Temuan ini dilaporkan pada pertemuan tahunan American Geriartrik di Chicago, dari data pada 540 pasien dirawat di rumah sakit tersebut.

Semua pasien menerima perawatan standar dengan obat-obatan untuk membantu pasien Alzheimer. Sebagai bagian dari perawatan klinis mereka, 208 pasien juga mengambil vitamin E, namun tidak ada anti-inflammatory, 49 dengan anti-inflammatory, namun tidak ada vitamin E, 177 mengambil kedua vitamin E dan anti-inflammatory, dan tidak mengambil 106.

Sementara dosis harian itamin E berkisar antara 200 sampai 2000 unit, mayoritas pasien diberi dosis tinggi yang berkisar antara 800 unit 1.000 unit setiap hari untuk dua kali sehari.

Setiap pasien pada kinerja kognitif dan tes kemampuan mereka untuk melaksanakan fungsi-fungsi sehari-hari seperti perawatan pribadi dan dinilai setiap enam bulan. Setelah rata-rata tiga tahun, ada yang mengalami perlambatan penurunan fungsi pada pasien yang mengkonsumsi vitamin E.

Propolis vs Kanker Payudara

Propolis vs Kanker Darah

Gudang Propolis